KONSERHARIINI.ID – For Revenge menggandeng YB (Reza Arap) dan Tepe lewat single terbaru berjudul “Museum Duka”.
Lagu ini mengangkat cerita tentang kehilangan, kenangan, dan proses belajar melepaskan seseorang.
Kolaborasi ini berawal setelah ketiganya tampil membawakan “Serana” dan “Penyangkalan” dalam sebuah festival.
Momen tersebut kemudian membuka jalan bagi mereka untuk menciptakan karya bersama.
“Museum Duka” Jadi Ruang untuk Menyimpan Kenangan
YB menginisiasi kolaborasi ini melalui Boniex, vokalis for Revenge. Bagi Boniex, menyatukan karakter musik ketiganya menjadi tantangan sekaligus kehormatan.
Kedekatan Tepe dengan for Revenge juga punya cerita tersendiri. Ia beberapa kali tampil bersama band tersebut sebagai drummer sebelum akhirnya terlibat dalam proyek ini.
Dalam proses kreatifnya, Boniex dan YB menulis lirik bersama. Sementara itu, Tepe mengisi drum dan Faisal Riant membantu menggarap aransemen musik.
Lewat lagu ini, mereka menggambarkan duka sebagai ruang personal untuk menyimpan cerita dan sosok yang pernah berarti.
Setiap orang punya cara sendiri untuk mengenang sesuatu yang telah pergi.
YB menjelaskan bahwa lagu ini tidak hanya menceritakan pengalaman pribadinya. Ia ingin mewakili pendengar yang juga pernah merasakan kehilangan.

Kolaborasi Pertama YB Bernyanyi dalam Bahasa Indonesia
“Museum Duka” menandai pengalaman pertama YB bernyanyi menggunakan bahasa Indonesia sekaligus berkolaborasi dengan sebuah band.
Kehadirannya memberi warna vokal baru bagi musik for Revenge.
Selain itu, permainan drum Tepe memperkuat perpaduan karakter musik ketiganya.
Mereka merangkai lirik emosional dengan aransemen yang mendukung suasana lagu.
Rekomendasi artikel: DUA Rilis “Let Go”, 4 Demo Ditolak Ady Naff Sebelum Lagu Ini Lahir
Alih-alih mengajak pendengar melupakan masa lalu, “Museum Duka” menawarkan sudut pandang berbeda.
Lagu ini mengingatkan bahwa seseorang bisa menerima kehilangan tanpa harus menghapus kenangan.
“Duka bukan tentang melupakan, melainkan tentang belajar melepaskan tanpa harus berhenti mengenang,” ujar Boniex.












