KONSERHARIINI.ID, Jakarta – Lafa Pratomo, Ari Lesmana, dan White Chorus merilis lagu kolaborasi terbaru berjudul “Juara Dua”.
Lagu ini menjadi rilisan keempat dalam EP Garis Tegak yang membawa pesan tentang menerima perjalanan hidup tanpa harus mengejar posisi pertama.
Melalui lagu ini, ketiganya mengajak pendengar melihat arti kesuksesan dari sudut pandang berbeda.
“Juara Dua” menggambarkan pilihan seseorang untuk menjalani hidup dengan lebih tenang ketika ia sudah menemukan kebahagiaannya sendiri.
Tidak Selalu Harus Menjadi Nomor Satu
Di era yang serba cepat, banyak orang merasa harus terus bergerak dan membuktikan kemampuan mereka.
Namun, Lafa Pratomo, Ari Lesmana, dan White Chorus menawarkan perspektif berbeda melalui lagu ini.
Mereka mengangkat cerita tentang seseorang yang memilih menikmati proses tanpa tekanan untuk selalu menang.
Pesan tersebut terasa dekat dengan banyak orang yang sering membandingkan pencapaian diri dengan orang lain.
Ari Lesmana membawa pengalaman pribadinya dalam menghadapi rutinitas yang penuh tuntutan.
Ia melihat kembali tujuan hidupnya dan menemukan bahwa ketenangan sering kali lebih berarti daripada sekadar mendapatkan pengakuan.
White Chorus juga merasakan keresahan yang sama dalam dunia musik. Mereka melihat banyak musisi berlomba menciptakan karya, tetapi setiap musisi tetap memiliki jalannya masing-masing.
Bagi mereka, musik bukan sebuah kompetisi. Setiap karya memiliki waktu yang tepat untuk bertemu dengan pendengarnya.
Dari Ide Sederhana Menjadi Karya Kolaborasi
Proses kreatif “Juara Dua” bermula dari ide sederhana. White Chorus membawa beberapa pilihan beat, lalu mereka menemukan potensi besar dari salah satu draft lagu.
Awalnya, draft tersebut hanya berisi potongan musik dengan drum break dan gitar akustik.

Ari kemudian melihat karakter unik dalam materi tersebut dan mengajak para kolaborator mengembangkan idenya.
Mereka akhirnya membangun lagu dengan perpaduan elemen elektronik, gitar akustik, dan perubahan nada yang memberikan suasana lebih emosional.
Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana setiap musisi membawa warna masing-masing tanpa menghilangkan identitas utama lagu.
Setiap Musisi Punya Ruang untuk Berekspresi
Lafa Pratomo mengembangkan “Juara Dua” melalui proses diskusi bersama Ari Lesmana dan White Chorus.
Mereka bertukar ide tentang musik, melodi, hingga cerita yang ingin mereka sampaikan.
Lafa kemudian menyusun berbagai gagasan tersebut menjadi sebuah lagu yang mewakili pengalaman bersama.
Selain aransemen musik, bagian vokal juga menjadi daya tarik utama. Ari dan Friska menghadirkan karakter suara berbeda yang saling melengkapi sehingga pesan lagu terasa semakin kuat.
Perpaduan tersebut membuat “Juara Dua” tidak hanya terdengar sebagai lagu kolaborasi, tetapi juga menjadi cerita tentang perjalanan setiap individu.
Rekomendasi artikel: Indonesian Dance Festival 2026 Siap Digelar, Bawa Tari Kontemporer Bertemu Perspektif Baru
“Juara Dua” Ajak Pendengar Menemukan Bahagia Versi Sendiri
Melalui lagu ini, Ari Lesmana mengajak pendengar memahami bahwa posisi kedua tidak selalu berarti kegagalan.
Seseorang tetap bisa merasa berhasil ketika ia menjalani hidup sesuai pilihannya sendiri.
“Juara Dua” membawa pesan sederhana tentang menerima proses, menghargai perjalanan, dan berhenti mengejar standar orang lain.
Lafa Pratomo, Ari Lesmana, dan White Chorus merilis lagu ini pada 6 Oktober 2026 melalui berbagai platform musik digital. Mereka juga menghadirkan official lyric video bersamaan dengan perilisan lagu.
Selanjutnya, mereka akan merilis music video “Juara Dua” satu minggu setelah peluncuran melalui kanal YouTube KithLabo.
Lewat karya ini, ketiga musisi tersebut mengingatkan pendengar bahwa hidup tidak harus selalu berada di posisi pertama untuk memiliki arti.












