KONSERHARIINI.ID – Daun Jatuh kembali menyapa pendengar lewat single kedua berjudul “permata hatiku”.
Kali ini, mereka mengangkat cerita tentang jatuh cinta berulang kali, rasa syukur atas sebuah pertemuan, dan keyakinan bahwa hidup terkadang menghadirkan sesuatu yang lebih indah dari harapan.
Setelah membuka babak baru sebagai band independen lewat “bukan tentangmu”, Daun Jatuh melanjutkan perjalanan menuju album terbaru mereka.
Single ini juga membuka rangkaian cerita yang akan bergantian ditulis oleh Verrel Alvirizky atau El dan Timothy Gunung Tua.
“permata hatiku” Bicara soal Cinta dan Takdir
El menulis “permata hatiku” dengan cerita yang dekat dengan pengalaman jatuh cinta. Lewat lagu ini, ia menggambarkan perasaan ketika seseorang terus menemukan alasan untuk mencintai sosok yang sama.
Namun, lagu ini tidak hanya membahas romantisme. Ada pula rasa syukur atas pertemuan yang membawa kebahagiaan, bahkan ketika seseorang tidak pernah membayangkan hal tersebut sebelumnya.
Salah satu bagian paling personal muncul lewat pertanyaan, “Jika kamu lah takdirku, apa ku juga takdirmu?” Kalimat tersebut menggambarkan keraguan yang mungkin muncul ketika seseorang merasa begitu yakin terhadap pilihannya, tetapi belum mengetahui apakah orang yang dicintainya merasakan hal serupa.
Selain itu, “permata hatiku” mengajak pendengar menghargai kehadiran seseorang tanpa harus selalu mengungkapkan perasaan melalui banyak kata.
Terkadang, sebuah pertemuan sederhana justru membawa arti yang jauh lebih besar.

Single Kedua Menuju Album Terbaru Daun Jatuh
Melalui “permata hatiku”, Daun Jatuh memperlihatkan sisi cerita yang berbeda dari single sebelumnya.
Jika “bukan tentangmu” mengangkat proses berdamai dengan sesuatu yang telah berlalu, kali ini mereka memilih membahas pertemuan yang menumbuhkan harapan dan rasa syukur.
Perbedaan cerita tersebut menjadi bagian dari perjalanan Daun Jatuh menuju album mendatang.
El dan Timothy akan bergantian menulis lagu untuk membangun rangkaian cerita dengan sudut pandang yang beragam.
Rekomendasi artikel: Langgar Pantangan saat Festival, Tiga Sahabat Hadapi Teror dalam Film Hungry Ghost Festival
Dalam proses produksinya, Verrel Alvirizky, Timothy Gunung Tua, dan Frastian Panca turut menangani penulisan lagu serta aransemen musik. Sementara itu, Frastian Panca mengerjakan mixing dan mastering.
Kini, pendengar bisa menikmati “permata hatiku” melalui berbagai platform streaming musik digital.
Lewat single ini, Daun Jatuh mengingatkan bahwa cinta bukan hanya tentang menemukan seseorang, tetapi juga tentang mensyukuri pertemuan yang membuat hidup terasa lebih berarti.












